Alumni Juara Piala Dunia U-17 & U-20 kepada Piala Dunia FIFA

Piala Dunia 2018 FIFA menjadi Turnamen Sepak Bola Internasional terbesar, selalu ditunggu sang para pecinta sepak bola kepada sepenjuru global.  Tidak hanya berdasarkan negara-negara yg lolos ke putaran final, negara-negara lainnya pun tertarik menikmati suguhan berdasarkan ajang Pesta Sepak Bola Internasional ini.  Bagi beberapa negara, sekedar bisa tampil kepada ajang tadi sudah adalah prestasi tersendiri.  Sementara kepada sisi lain, timbul jua negara-negara yg menerka suatu yg ‘tabu’ bagi Timnas negara-nya buat gagal lolos ke Piala Dunia FIFA.

Hal lain yg lebih menarik dalam interaksi antara Piala Dunia FIFA menggunakan Piala Dunia U-20 juga Piala Dunia U-17 ialah adanya daur 8 tahunan berkaiatan menggunakan Juara Piala Dunia.  Dimulai berdasarkan Piala Dunia 1986, setiap delapan tahun, Juara Piala Dunia selalu diperkuat sang pemain yg pernah menjadi Juara Piala Dunia U-20 atau Piala Dunia U-17.

Piala Dunia 1986 & 1990, timbul Argentina menggunakan pemain-pemain yg membawa Argentina U-20 kampiun Piala Dunia U-20 1979.  Piala Dunia 1986, Diego Maradona menjadi satu-satunya ‘perwakilan’ berdasarkan kampiun Piala Dunia U-20 1979.  Sementara kepada Piala Dunia 1990, Maradona dibantu rekan setim-nya waktu Piala Dunia U-20 1979: Juan Simon, Juan Barbas, Ramon Diaz, & Gabriel Calderon.
Piala Dunia 1994, timbul Brazil menggunakan pemain-pemain berdasarkan kampiun Piala Dunia U-20 1983 & 1985.  Bebeto, Dunga, & Jorginho adalah ‘perwakilan’ berdasarkan kampiun Piala Dunia U-20 1983.  Sementara berdasarkan Piala Dunia U-20 1985, timbul Claudio Taffarel menjadi ‘perwakilan’ menggunakan menggunakan Muller.
Piala Dunia 1998, timbul Brazil & Kroasia menjadi tim menggunakan pemain-pemain kampiun Piala Dunia U-20.  Brazil masih menggunakan Bebeto, Dunga, & Claudio Taffarel menjadi ‘perwakilan’ kampiun Piala Dunia U-20 1983 & 1985.  Sementara Kroasia menggunakan beberapa pemain yg membawa Yugoslavia U-20 kampiun Piala Dunia U-20 1987: Robert Jarni, Igor Stimac, Zvominir Boban, Robert Prosinecki, & Davor Suker.
Piala Dunia 2002, Brazil diperkuat Ronaldinho yg adalah bagian berdasarkan skuad Brazil U-17 menjadi kampiun Piala Dunia U-17 1997.
Piala Dunia 2006, Portugal diperkuat Luis Figo yg adalah bagian berdasarkan Portugal U-20 waktu kampiun Piala Dunia U-20 1991.
Piala Dunia 2010, Spanyol diperkuat Xavi & Iker Casillas yg adalah bagian berdasarkan Spanyol U-20 waktu Juara Piala Dunia U-20 1999.
Terakhir kepada Piala Dunia 2014, timbul Argentina & Brazil ibcbet menjadi tim menggunakan pemain-pemain kampiun Piala Dunia U-20.  Argentina diperkuat pemain-pemain yg membawa Argentina U-20 kampiun Piala Dunia U-20 2001 (Maxi Rodriguez), 2005 (Lucas Biglia, Pablo Zabaleta, Ezequiel Garay, Lionel Messi, & Fernando Gago), & 2007 ( Sergio Romero, Sergio Aguero, & Angel Di Maria).  Brazil diperkuat pemain-pemain yg membawa Brazil U-20 kampiun Piala Dunia U-20 2003 (Dani Alves, & Fernandinho), & 2011(Oscar).

Piala Dunia U-20 yg diselenggarakan pertama kali kepada tahun 1977 & Piala Dunia U-17 yg pertama kali diselenggarakan tahun 1985, awalnya adalah ajang buat menawarkan skill para pemain-pemain belia kepada Turnamen Internasional.  Keduanya, sekilas tak timbul keterkaitan menggunakan Piala Dunia FIFA buat Timnas Senior yg diselenggarakan 4 tahun sekali.  Namun, poly yg mungkin belum mengetahui bahwa semenjak Piala Dunia 1986,  selalu timbul tim  menggunakan pemain kampiun Piala Dunia U-20 atau Piala Dunia U-17 kepada Fase Semi Final.

FIFA menjadi Badan Tertinggi Sepak Bola Internasional selain menyelenggarakan Piala Dunia FIFA buat Timnas Senior, FIFA sebenarnya jua menyelenggarakan Piala Dunia “versi lain”.  Piala Dunia U-20 & Piala Dunia U-17, adalah 2 berdasarkan beberapa “versi lain” tadi.  Piala Dunia U-20 adalah Turnamen Sepak bola Internasional buat Timnas Pemain Muda usia 20 tahun kebawah.  Sementara Piala Dunia U-17 adalah Turnamen Sepak bola Internasional buat Timnas Pemain Muda usia 17 tahun kebawah.  Kedua Turnamen tadi diselenggarakan setiap 2 tahun sekali, menggunakan diikuti 24 peserta kepada Turnamen Final.

Alumni Juara Piala Dunia U-17 & U-20 kepada Piala Dunia FIFA bolagalaxy.org

Setidaknya timbul tiga Negara yg mencicipi daur delapan tahunan tadi: Argentina kepada Piala Dunia 1986, Brazil kepada Piala Dunia 1994 & 2002, dan Spanyol kepada Piala Dunia 2010.  Kebetulan Piala Dunia FIFA 2018 tahun depan masuk ke dalam daur delapan tahunan tadi, & timbul 8 negara yg kemungkinan akan diperkuat pemain-pemain yg pernah Juara Piala Dunia U-20 atau Piala Dunia U-17: Argentina, Brazil, Prancis, Swiss, Nigeria, Serbia, Meksiko, & Inggris.  Menarik buat ditunggu apakah kampiun Piala Dunia FIFA akan berasal berdasarkan keliru satu delapan negara tadi, atau daur delapan tahunan tadi akan terputus.

Inilah kisah Klasik kepada balik terciptanya sandang brazil yg kini ini kepada pakai, Kisah ini bermula berasal final Piala Dunia 1950 kepada Brazil antara tuan tempat tinggal, Tim Samba Brazil melawan Uruguay. Para pendukung Brazil sangat optimis bahwa tim samba akan mempertahankan Trofi piala global karena beliau bermain kepada hadapan pendukungnya sendiri. Denagn baju warna putih berkerah biru. Akan namun fenomena berbanding terbalik bareng prediksi. Brazil justru dikalahkan kepada depan publik sendiri sang negara tetangga, Uruguay kepada stadion Maracana bareng skor dua-1. Pada partai final tadi. Atas kekalahan tadi terhebus liputan bahwa Kostum yg kepada pakai nir membawa keberuntungan sertadikritik karena kurang patriotik .

Aldyr Garcia Schlee, Kisah Unik kepada Balik Kostum Brazil(Jelang piala global 2014)

Setelah terselesaikan mendisain diapun mengirimkan yg akan terjadi desainya kepada panitia, yg akan terjadi desainya ternyata menjadi pilihan buat menjadi desain sandang Brazil.

Kostumciptaan Aldyr kepada pakai pertama kali Maret 1954 . Tapi itu nir membawa mereka keberuntungan kepada putaran final Piala Dunia tahun itu , kepada Swiss – Brasil tersingkir sang Hongaria dalam duel diperempat final . Empat tahun kemudian , Brasil akhirnya memenangkan piala. Namun mereka nir boleh memakaikostum itu kepada final,karna versus mereka artinya Swedia yg juga berkostum kuning, hingga akhirnya kepada tahun 1962 Brazil pertama mengangkat Piala Piala Dunia kepada Chili bareng sandang berwarna kuning sintesis Aldyr Garcia Schlee. Pada tahun 1.970 putaran final Piala Dunia kepada Meksiko , kepada mana Brasil memenangkan trofi buat ketiga kalinya . Kostum ini pertama kalinya terlihat berwarna karena kepada piala duni tadi pertama kali piala global kepada siarkan pad tv berwarna.

Sumber : wikipedia & you tube

Piala global ya,,,ya perhelatan besar 4 tahunan ini selalu menyita perhatian sebagian besar penduduk Dunia, Kalau kita bicara Sepak bola & piala global,tentunya kita tidak asing bareng Negara yg satu ini Brazil. Negara bareng lima kali membawa balik trofi piala global yaknipada tahun 1958, 1962, 1970, 1994, 2002 & membuahkan Neara ini menjadi Negara yg paling poly membawa balik trofi Piala Dunia.

Biarpun Kostum Brazilberubah modif beberapa kali akan namun dasar desainernya permanen dengan kreasi Aldyr Garcia Schlee. Selain keberhasilannya mendisain sandang brazil, beliau juga menjadi guru & penulis. Dengan karya-karyanya kepada poly mendapatkan penghargaan, Aldyr Garcia kini umurnya sudah 77 tahun, kepada usia yg sudah tua beliau berharap masih sanggup menyaksikan Putaran piala Dunia Di Brazil. Dengan Uruguay permanen menjadi idolanya, Disaat piala Dunia itulah beliau akan melihat jutaan pendukung Brazil akan mengenakan baju yg akan terjadi ciptaannya.

Brazil tim sepak bola bareng segudang prestasi, Dengan sandang warna baju kunung hijau,celana biru & kaos kaki putih jadi sandang kebanggaannya.Kostum klasik ini sudah kepada pakai berpuluh-puluh tahun,& poly bintang yg sudah menggunakannya, sebut saja Pel kepada tahun 1970 , Zico kepada tahun 1982 , Ronaldo kepada tahun 2002. Kostum sepak bola pujian orang brazil ini ternyata yangmenciptakan atau mendisain bukanlah Pendukung brazil akan namun pendukung Negara tetangganya Uruguay yg bernama Aldyr Garcia Schlee.

Melihat Sayembara kepada sebuah Koran,seseorang pemuda Brazil bernama Aldyr Garcia Schlee yg kepada waktu itu masih berumur 16 tahun mencoba mengikuti kompetisi itu. Ia menerka bahwa sandang yg ideal & patrioticharus terdiri berasal semua warna yg timbul kepada bendera Brazil. Maka beliau mulai mendisainnya dengan warna kuning menjadi warna dasar baju & hijau menjadi trim kepada baju. Kemudian warna biru digunakan menjadi warna celana & warna putih menjadi warna kaus kaki.

Rakyat & persepakboaan Brazil pun berduka atas kekalahan tadi selama berbulan bulan. Hingga suatu hari, menjadi bagian berasal melupakan kekalahan tadi sebuah koran mengadakan sayembara. Koran mensponsori sayembara buat membentuk sandang modern Brazil. Dengandasar warna kuning, kuning,biru & putih.