Kumpulan Trailer Film Film Box Office Hollywood

Eight.Penonton Film Indonesia (Jakarta)

(Gelumbang, 7 Januari 2014)

https://twitter.com/wiyumi

2.Menciptakan Penonton Film Masa Depan

three.Tiket Bioskop Pakai Nama

Ini adalah ide awal munculnya tool #1001TiketFilmIndonesia. Saya beruntung, soalnya ide ini kerkesinambungan dengan tool #buktivisual, yang sering dibuat akun twitter Film Indonesia. Dengan ide inilah saya mulai menonton action photograph Indonesia. Lewat ide ini juga saya berkenalan dengan mas Toto Soegriwo dari Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), lalu saya melancong ke FFI 2013, di Semarang. Saya menabung untuk bisa pergi ke sana, terus dari Bandung ke Semarang saya dibantu oleh Meidy yang punya usaha Senang Tiket. 1001 Tiket inilah yang merubah hidup saya. Selama ini saya pesimis karena banyak ide yang tidak berhasil difilmkan, tapi semenjak ketemu yang satu ini, saya punya alasan untuk tetap hidup demi perfilman Indonesia. Terima kasih semuanya!

Ini adalah sebuah ide tentang, bagaimana jika tiket action photograph di bioskop itu ada namanya? Maksudnya, nama si pembeli. Perbandingannya begini, kalo tiket kereta api saja pakai nama, kenapa tiket bioskop tidak? Soalnya keren kalo tiket bioskop bisa pakai nama.

Tapi kalo ada gratisan, gak nolak juga, sih. Wkwkwk…

Setelah bergabung dengan FrameMagz, saya sudah membuat tulisan lebih dari one hundred artikel. Ini bermula saat bulan puasa tahun 2013, waktu itu, saya nekad membuat tantangan untuk menulis artikel sebanyak one hundred buah selama bulan puasa di kompasiana. Ternyata, belum satu bulan sudah tembus. Akibatnya saya diajak oleh Meidy untuk bergabung dengan FrameMagz yang baru dia bikin. Di situlah cerita kami dimulai.

five.Kumpulan Trailer Film Film Box Office Hollywood 2013

nine.#BuktiVisual

10 Tulisan Tentang Penonton Film Indonesia

7.Grup Facebook Penonton Film Indonesia

Ini adalah hashtag yang dipopulerkan oleh akun twitter Film Indonesia. Dari hashtag inilah saya menyapa para penonton action photograph Indonesia.

Tulisan ini muncul saat saya melakukan perjalan ke FFI Semarang. Satu hal yang menarik saya tangkap waktu itu… Bahwa action photograph Indonesia itu nggak ada artinya tanpa ada penonton action photograph Indonesia.

Tulisan ini muncul di saat saya bertemu dengan Arvin, salah satu orang terbaik di Indonesia yang fokus ke televisi content drapery. Arvin melakukan gerakannya dengan cara gerilya. Dia bereksperimen untuk urusan televisi dari sudut pandang yang nggak mainstream. Saya banyak belajar dari Arvin tentang melihat geliat komunitas.

Di bawah ini adalah 10 tulisan yang baru saya cek. Inti tulisan ini berkisar tentang Penonton Film Indonesia, yang saya singkat dengan istilah #Pofin. Tulisannya, antara lain:

Intinya apa yang saya lakukan dengan menjadi Pofin adalah, dalam rangka belajar melihat dari kacamata penonton. Saya masih kekeuh menonton sambil bayar, soalnya pengen merasakan, seperti apa rasanya jadi penonton action photograph Indonesia? Seperti apa rasanya punya pendapatan, yang sekian persennya dipakai untuk menonton action photograph?

1.1001 Tiket Film Indonesia

4.Bagaimana Menciptakan Penonton Masa Depan?

6.Nontonlah Film Sesuai Dengan Kategori Umur Anda

10.Apa Untungnya Nonton Film di Bioskop?

Ini semacam kegelisahan saya karena suka menonton action photograph dan melihat… Bahwa banyak mereka yang menonton action photograph tidak sesuai dengan umurnya. Saya jadi ingat waktu kecil, ketika itu, saya juga sering nonton action photograph yang nggak sesuai dengan umur saya. Sama aja, dong. Hehe…